Doa

Tuesday, July 30, 2013

Doa itu--

senjata kau dan aku,
teguhnya ia,
pabila dibaca.

Doa itu--
penghubung antara kau dan aku,
jauh beribu batu,
rentasi apa jua lautan.

Doa itu--
jambatan mahabbatullah,
tautan rasa rindu padaNya,
demi meluahkan--
yang terbuku,
dalam kalbu.

(Aliah Athirah Mazli, 30 Julai 2013).

Tak semua manusia lihat akan kehebatan doa. Andaiannya lambat, tidak didengar dan berbagai macam sangkaan.

Lihat semula diri kita. Tanya soalan pada diri setiap kali rasa diri dipinggir Ilahi.

Sungguh-sungguh kah aku berdoa?
Sungguh-sungguh kah aku usaha?

Maksiat hari ini banyak atau tidak?
Dosa hari ini sudah dimohon taubat atau tidak?
Aurat dijaga dengan sempurna atau tidak?

Lihat diri. Muhasabah kembali.

Ego dengan manusia itu terpulang rasa. Tetapi, ego dengan Allah? Allahu, jangan terbit rasa seperti itu. Hinanya kita, Allah sahaja yang tahu. 

Kembali lah pada Dia yang Satu.
Berdoa lah. 
Letak kan pergantungan penuh hanya pada Allah Yang Esa.

Percaya, Dia Mendengar walau seperlahan mana bicaranya, esaknya, bisiknya dan lintasan hatinya.

Amin kan doanya. Raup tangan ke muka. Berlapang dada. 

Allah dengar segala kata kita. 

You Might Also Like

0 comments